- Berikan apresiasi pada para Pejuang Air di Indonesia dan mengajak generasi muda untuk mendukung program konservasi lingkungan -

Dalam rangka memperingati rangkaian Hari Air, Hari Bumi Sedunia dan Hari Lingkungan Hidup, Ades, sebagai merek air minum dalam kemasan murni serta bagian dari PT Coca-Cola Indonesia, kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Melalui kolaborasi dengan The Nature Conservancy (TNC) Indonesia, Ades memberikan apresiasi kepada individu-individu yang dinilai memiliki komitmen dalam menjaga pelestarian perjalanan air, yang disebut sebagai para Pejuang Air Ades.

Pejuang Air Ades merupakan sosok individu yang melakukan aktivitas yang berdampak besar dalam membantu komunitas untuk mengelola, menjaga, dan menjamin kelestarian air dengan menyediakan solusi yang berkelanjutan. Pemberian apresiasi kepada Pejuang Air Ades dilakukan seiring dengan kembalinya Ades dengan tekad untuk menjadi merek yang peduli akan kelestarian air yang berasal dari kehidupan dan untuk keberlangsungan hidup masyarakat, melalui semangat Cintai Air, Cintai Hidup.

Mohamad Rezki Yunus, Marketing Manager Hydration, PT Coca-Cola Indonesia mengatakan, “Dengan semangat Cintai Air, Cintai Hidup ini, Ades konsisten dengan nilai utama kami yaitu memberikan air minum murni sekaligus memegang teguh komitmen pada bisnis yang berkelanjutan seiring dengan inisiatif-inisiatif Ades sebelumnya yang berorientasi pada lingkungan, seperti pengurangan penggunaan plastik dalam kemasan Ades serta edukasi eco-lifestyle kepada konsumen melalui kampanye Pilih, Minum, Remukkan.”

“Dalam momen ini, kami ingin terus menebarkan inspirasi positif dengan mengangkat cerita hidup dari dua sosok ‘pejuang’ yang sudah melakukan banyak hal terkait upaya pelestarian air. Mereka adalah Sugeng Handoko dari Yogyakarta dan Romo Marselus Hasan dari Nusa Tenggara Timur. Kedua sosok ini telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga kelestarian air sebagai sumber kehidupan sekaligus memberikan dampak positif yang nyata bagi pelestarian lingkungan. Lebih jauh lagi, berbagai inisiatif yang mereka lakukan juga telah berhasil mengangkat berbagai potensi yang ada di daerah mereka. Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi titik awal kerja sama yang berkelanjutan dengan para Pejuang Air ini untuk bersama-sama memperjuangkan konservasi perjalanan air di Indonesia,” lanjut Rezki.

Sugeng Handoko, Pejuang Air dari Yogyakarta, dipilih atas kontribusinya dalam membangun desanya menjadi desa wisata yang berorientasi lingkungan. Desa Nglanggeran di kawasan Gunung Kidul telah bertansformasi dan menjadi contoh nyata sebuah desa yang mengintegrasikan penghijauan, konservasi air, serta praktik perkebunan yang berkelanjutan menjadi sebuah daya tarik ekowisata yang edukatif dan menginspirasi banyak orang.

Sejalan dengan semangat Sugeng, Romo Marselus Hasan dari Nusa Tenggara Timur (NTT), juga telah mendorong pemanfaatan air untuk kehidupan yang lebih luas, yakni dengan menggerakkan pembangunan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), yaitu pembangkit listrik yang memanfaatkan potensi aliran air yang tersedia di daerahnya. Melalui program mikrohidro ini, Romo Marselus telah berhasil menyediakan listrik bagi lebih dari 1.200 kepala keluarga yang terbagi dalam lima desa di NTT, dimana sebelumnya aliran listrik di sana masih sangat terbatas.

Keberlanjutan komitmen Ades dalam melestarikan air

Lebih lanjut, Ades ingin memastikan bahwa upaya menjaga kelestarian perjalanan air dari para Pejuang Air dapat berjalan secara berkesinambungan; karena itu Ades membina kerja sama dengan The Nature Conservancy (TNC) Indonesia untuk mengajak para konsumennya, terutama para generasi muda untuk ikut berkontribusi melalui potensi dan keahlian mereka, serta terlibat langsung membantu upaya pelestarian air dalam program bersama para pejuang air ini.

“Kami juga akan terus memperluas komitmen kami dengan senantiasa memberikan ruang bagi para konsumen kami untuk terlibat dalam misi pelestarian air bersama kami,” ujar Rezki. “Saat ini kita ada dalam era kolaborasi, dan kami percaya dengan mempertemukan berbagai potensi dan keahlian yang ada maka kita akan memberikan dampak yang lebih besar. Generasi muda yang kreatif, memiliki jiwa petualang, dan kepedulian terhadap lingkungan akan berkesempatan mendapatkan pembekalan khusus dari TNC Indonesia sebelum nantinya akan melakukan perjalanan ke Yogyakarta dan NTT untuk berwisata, sekaligus menerapkan ilmu dan keahliannya untuk membantu para Pejuang Air Ades, dalam kegiatan Conserva(ca)tion.”

Keseruan ini akan mulai dikomunikasikan melalui akun media sosial Ades di Facebook AdesIndonesia serta Instagram @ades_indonesia.

Triyono Prijosoesilo, Public Affairs and Communication Director, Coca-Cola Indonesia mengatakan, “Sebagai bagian dari keluarga besar The Coca-Cola Company, konservasi air merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dari bisnis kami dimanapun kami beroperasi. Sebagai perusahaan, dalam satu dekade terakhir kami telah melaksanakan berbagai program Water Replenishment yang setidaknya telah mengembalikan lebih dari 1 milyar liter air kembali ke alam dan masyarakat, mulai dari upaya konservasi mata air melalui pembangunan 4.000 lebih sumur resapan, pembangunan infrastruktur menabung air, seperti rain water harvesting, pembangunan fasilitas akses air bersih, hingga pembuatan embung untuk konservasi air yang mendukung pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan.”