Plastik masih menjadi material primadona bagi berbagai macam kebutuhan masyarakat, mulai dari packaging, furnitur, hingga komponen elektronik. Sayangnya, plastik yang sudah tidak digunakan atau plastik bekas pakai banyak yang dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan kembali. Padahal, plastik bekas pakai bisa sangat bermanfaat. Plastik bekas pakai bahkan bisa menghasilkan uang.

Pemerintah juga memandang pengelolaan sampah plastik sangatlah penting. Di tataran kebijakan, pemerintah Indonesia menargetkan Indonesia Bersih 2025 dengan mengeluarkan Perpres No 97/2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jaktranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Menyulap sampah plastik punya potensi ekonomi yang tinggi

Tahukah kamu bahwa sampah plastik memiliki potensi ekonomi yang tinggi jika didaur ulang? Kementerian Perindustrian mencatat, potensi nilai tambah industri daur ulang plastik di Indonesia bisa mencapai Rp10,5 triliun.

Dalam proses daur ulang, sampah plastik akan diubah menjadi kepingan, kemudian flakes, butiran plastik, kemudian mengolahnya menjadi produk jadi, seperti ember, talang air, dan berbagai produk lain. Ada pula sampah plastik yang langsung diubah menjadi produk baru tanpa harus menghancurkannya terlebih dahulu seperti tas rajut dari kantong plastik, atau lampu cantik dari gelas plastik bekas.

Semua pihak dapat berkontribusi dalam pengurangan sampah plastik dan penggunaan plastik daur ulang. Salah satu contohnya adalah perusahaan minuman ringan di Indonesia yaitu Coca-Cola, melalui gerakan Plastic Reborn sebagai gerakan  untuk mewujudkan ambisi World Without Waste; yaitu  mengumpulkan dan mendaur ulang botol atau kaleng yang kami jual pada tahun 2030.

Pada tahun 2018, Plastic Reborn 1.0 diluncurkan memfasilitasi pengumpulan botol kemasan plastik minuman di lebih dari 100 titik Sekolah Menengah Atas & Universitas di kawasan Jakarta, untuk kemudian dikelola dan diproses menjadi tas multifungsi yang keren dan bernilai komersial. Event Plastic Reborn 1.0 berhasil mengumpulkan 1,7 ton plastik botol yang kemudian diubah menjadi tas keren.

Melalui gerakan tersebut juga, Coca-Cola mengajak masyarakat menerapkan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah kemasan plastic mulai dari collection-recylcing-upcycling untuk memberikan nilai pakai kembali (second life) dan pada akhirnya akan menjadi sebuah model bisnis baru yang menguntungkan secara ekonomis.

Barang promosi Coca-Cola (merchandise) dibuat menggunakan bahan recycled PET (rPET), contohnya seperti Kursi, T-Shirt, Lanyard, Tas ransel, tas pinggang, topi, dan hasilnya keren untuk dipakai.

Oleh karena itu, jangan langsung buang sampah plastik, ya. Kamu bisa menyulap sampah plastik ini menjadi barang unik yang bisa membawa banyak manfaat. Selamat mencoba!