Coca-Cola tengah meningkatkan kapasitas produksinya sebagai bagian dari investasi tahun jamak senilai $500 juta di pasar yang tumbuh cepat. Jajaran pimpinan The Coca-Cola Company dan Coca-Cola Amatil secara resmi membuka dua lini produksi pekan ini dalam sebuah upacara peresmian yang bertempat di pabrik pembotolan Cikekodan milik Coca-Cola Amatil di Bekasi, Jawa Barat.

“Kami menganggap Indonesia sebagai pasar yang dinamis dan menjanjikan serta salah satu mesin pertumbuhan untuk mencapai visi jangka panjang kami,” kata Muhtar Kent, Ketua dan CEO The Coca-Cola Company, pada hari Selasa. “Investasi senilai $500 juta dari perusahaan kami menegaskan kembali keyakinan diri kami di Indonesia dan akan membantu kami menangkap peluang pertumbuhan di salah satu negara terbesar dan paling dinamis di Indonesia, dimana kami juga akan meningkatkan kualitas sistem kami untuk semakin responsive terhadap kebutuhan para konsumen dan pelanggan. Kami percaya bahwa dengan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan mendapatkan sumber daya secara lokal jika memungkinkan, kami mampu mendorong ekonomi lokal dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Investasi tambahan ini mengikuti angka senilai $1.2 miliar yang telah diinvestasikan Coca-Cola di Indonesia dalam 25 tahun terakhir. Kategori minuman non-alkohol siap minum (nonalcoholic ready-to-drink—NARTD beverage) global diharapkan dapat tumbuh dalam hal nilai eceran sebesar $300 miliar hingga tahun 2020 nanti. Dengan angka penduduk lebih dari 240 juta orang, Indonesia memiliki jumlah populasi terbesar keempat di dunia dan kelas menengah terbesar yang saat ini tengah tumbuh.