Pandemi virus corona telah mengubah wajah dunia begitu drastis. Kini, beraktivitas secara online serta membatasi interaksi dengan orang lain adalah suatu kenormalan. Tak terasa, dunia sudah melakukan kenormalan baru tersebut selama delapan bulan. Meski ruang gerak terbatas, toh, itu tidak menghalangi Coca-Cola Indonesia untuk terus berkarya dan mengukir prestasi.

Pada April 2020 silam, PT Coca-Cola Indonesia berhasil keluar sebagai Silver Winner sub kategori Corporate PR dalam PR Indonesia Award (PRIA) 2020, yakni suatu ajang penghargaan di bidang public relations yang diadakan oleh PR Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas inisiatif Coca-Cola Indonesia mendaur ulang sampah plastik melalui kampanye Plastic Reborn.

Penghargaan ini diikuti oleh 543 lembaga dan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari institusi pendidikan, consumer goods, energi, transportasi, telekomunikasi, finansial, dan sebagainya. Uniknya, tidak ada pemenang Golden Award pada PRIA Award 2020. Ini menandakan persaingan yang begitu ketat di antara para peraih Silver Winner lainnya di sub kategori Corporate PR, yakni Danone – Indonesia dan PT BFI Finance Indonesia Tbk.

Puncak acara PRIA 2020 yang sejatinya diselenggarakan di Kota Semarang, akhirnya diadakan secara daring melalui YouTube pada Senin, 20 April 2020. Pun demikian, penyelenggaraan anugerah PRIA 2020 yang diselenggarakan secara online tidak menyurutkan semarak dan semangat para punggawa kehumasan untuk mengikutinya. Terbukti, hingga kini video YouTube PRIA 2020 telah ditonton lebih dari 2.600 kali.

Award sebagai penyemangat di masa pandemi

PR Indonesia menyelenggarakan PRIA dalam rangka meningkatkan kualitas karya humas pemerintah dan humas korporasi, serta sebagai wadah berbagi pengetahuan tentang praktik komunikasi yang baik, sarana menjalin relasi para praktisi PR lintas industri, serta kesempatan untuk memperoleh masukan berharga dari para juri yang ahli dan kompeten di dunia public relations.

Dewan juri PRIA 2020 terdiri dari Asmono Wikan, CEO PR Indonesia; Adita Irawati, Staf Khusus Menteri Perhubungan; Nurlaela Arief, Director Communication & Alumni Relations SBM ITB; Janette Maria Pinariya, LSPR Communication and Business Institute; dan Elvera N Makki, President International Association of Business Communicators/IABC.

Tahun ini menjadi tahun pertama Coca-Cola Indonesia berpartisipasi dalam ajang bergengsi di dunia perhumasan Indonesia tersebut. Tak disangka, para dewan juri menyambut baik program Plastic Reborn yang diusung oleh Coca-Cola  dalam ajang ini. Bahkan, Coca-Cola Foundation Indonesia juga menerima tawaran untuk berkolaborasi dari salah satu juri.

Coca-Cola menginisiasi Plastic Reborn sebagai gerakan untuk mewujudkan ambisi World Without Waste, yaitu mengumpulkan dan mendaur ulang botol atau kaleng yang dijual pada tahun 2030. Terlepas dari asalnya, Coca-Cola ingin setiap kemasan untuk memiliki lebih dari satu siklus kehidupan.

Serta berangkat dari fakta bahwa terdapat banyak kemasan botol plastik yang terbuang setiap harinya, maka Plastic Reborn Initiative adalah upaya untuk memberikan pemahaman baru bahwa kemasan plastik bekas pakai sebenarnya dapat ‘dimanfaatkan kembali’ menjadi barang yang bernilai tinggi, sehingga dapat tercipta sebuah lingkaran ekonomi yang berkelanjutan.

Plastic Reborn memiliki fokus untuk dapat mengurangi dampak limbah kemasan pada lingkungan melalui rangkaian edukasi #Berani Mengubah, membina talenta startup muda dalam bidang management sampah hingga penggunana ulang materi r-PET dalam berbagai ragam gimmick untuk kegiatan media Coca-Cola Indonesia.

Anugerah Silver Winner yang diperoleh Coca-Cola Indonesia dalam PRIA 2020 tentu menjadi semangat untuk terus berkarya di tengah masa pandemi.