Tampung lebih dari 15 juta liter air hujan untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan -

-  Pertahankan komitmen ‘Water Neutral’ di Indonesia -

Coca-Cola Indonesia kembali perkuat komitmennya terkait konservasi air di Indonesia dengan merampungkan dua proyek waduk penampung air hujan atau yang dikenal dengan Embung Air. Kedua Embung ini berlokasi wilayah Jawa Tengah, yakni di Kabupaten Karang Anyar dan Wonogiri.

Proyek embung di Wonogiri ini dinamakan Program Embung Doho, karena terletak di Desa Doho. Selain memiliki fungsi konservasi air, embung seluas 1,5 hektar ini dapat menampung lebih dari 15 juta liter air dan juga berfungsi sebagai sumber irigasi bagi setidaknya 40 hektar perkebunan masyarakat atau 10 hektar sawah pertanian.

Triyono Prijosoesilo, Wakil Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia, mengatakan: “Bagi Coca-Cola, konservasi air merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bisnis kami. Dalam 1 dekade terakhir berbagai program Water Replenishment yang dilakukan oleh                 Coca-Cola di Indonesia setidaknya telah mengembalikan lebih dari 1 milyar liter air kembali ke alam dan masyarakat. Setelah membangun lebih dari 4000 sumur resapan untuk penyelamatan mata air di 6 wilayah, mulai tahun lalu kami mengembangkan program pembangunan Embung sebagai alternatif program konservasi air baru yang juga dapat diperluas untuk fungsi menjaga ketahan pangan pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan.”

Firdaus Ali selaku Staf Khusus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bidang Sumber Daya Air mengungkap apresiasinya. “Kami menyambut baik inisiatif ini. Proyek ini turut mendukung program prioritas Kementrian PUPR dalam rangka mencapai ketahanan air dan kedaulatan pangan sesuai Nawa Cita Presiden Joko Widodo, melalui penyediaan sarana dan prasarana air. Embung juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim serta mendukung program strategis pemerintah terkait dengan peningkatan potensi ekonomi desa melalui pola pertanian yang berkelanjutan.”

Embung untuk pemberdayaan ekonomi desa

Embung merupakan insfrastruktur yang terbilang cukup sederhana yang memanfaatkan proses pemanenan air hujan. Dibuat menggunakan lapisan geomembran, embung  didesain untuk memanen air hujan dengan menggunakan tampungan air di area terbuka dan bekerja menggunakan prinsip irigasi gravitasi, tanpa memerlukan pompa listrik maupun pompa Berbahan Bakar Minyak. Kedalaman embung geomembran gravitasi ini biasanya ditentukan oleh curah hujan suatu tempat. Untuk daerah dengan curah hujan per tahun 3.000 mm/th biasanya dapat dibuat hingga kedalaman 3 meter. Pemilihan bahan Geomembran sendiri menjadi sangat penting, yakni dengan spesifikasi High Density Polyethelene (HDPE), anti UV, anti salinitas dan Feed Grade, sehingga tahan dari keretakan dan bisa didiami oleh ikan untuk mengurasi resiko perkembangbiakan jentik.

Program pembangunan kedua embung ini bernilai 2,3 milyar rupiah dan dalam pelaksanaannya Coca-Cola Foundation Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Obor Tani yang bertindak sebagai mitra pelaksana lapangan. Proses pengerjaan dimulai dari persiapan lahan, penggalian, pengurukan dan pemadatan menggunakan alat berat untuk membentuk tanggul mengelilingi seluruh bak tampungan air. Setelah fisik embung terbentuk, dilanjutkan dengan pekerjaan pembuatan jaringan drainase dasar embung hingga penanaman pipa primer output irigasi embung. Pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan lapisan lembaran geomembran hingga menjadi bentuk dimensi utuh embung dengan cara dilas. Pekerjaan terakhir adalah pembangunan trotoar sekaligus sebagai pengunci lapisan geomembran. Pembangunan Embung Banyu Kuwung dan Embung Wonogiri memakan waktu kurang lebih 3 bulan, menggunakan lapisan Geomembran dan diperkirakan mampu bertahan hingga 30 tahun.

Dalam program pembangunan embung ini, Coca-Cola dan Yayasan Obor Tani juga turut memberikan pelatihan perawatan embung dan pelatihan menanam tanaman yang hemat air seperti padi dengan sistem SRI dan menanam buah premium seperti Melon, Semangka, Kelengkeng dan Durian.

Secara global, The Coca-Cola Company memiliki Visi Global 2020 untuk terkait Water Neutrality, dimana perusahaan akan mengembalikan air kembali ke alam dan masyarakat sama dengan jumlah air yang terpakai didalam produk dan pada proses produksi. Coca-Cola Indonesia menjadi salah satu negara pertama di dunia yang melampaui visi Water Neutral ini, dimana sejak tahun 2015, Indonesia telah mencapai angka 164% dalam hal water replanisement.

Triyono menambahkan, “Coca-Cola berharap konsep embung yang kami jalankan ini bisa menjadi inspirasi dan diterapkan pihak lain untuk pembangunan embung di Indonesia.”