Dari proses produksi hingga sampai di tangan konsumen, selalu ada cerita menarik yang dikandung dalam satu kemasan Coca-Cola. Coca-Cola juga merupakan koleksi yang diburu oleh banyak orang.

Salah satu kolektornya adalah Soni Drestiana. Ia adalah seorang ibu rumah tangga yang juga dikenal sebagai kolektor Coca-Cola dengan jumlah koleksinya yang tidak main-main. Sekitar lebih dari 500 kaleng dan botol Coca-Cola telah ia miliki. Selain kaleng dan botol, Soni juga mengumpulkan segala pernak-pernik seperti boneka, gelas, gantungan kunci, tempat minum, mobil mainan, kartu, hingga puzzle.

Pertama kali mengumpulkan pernak-pernik Coca-Cola

Riwayat koleksinya bermula ketika Soni yang masih duduk di bangku kuliah mengikuti Festival Folklore di Lefkada, Yunani, pada 1988 silam. Sebuah kaleng Coca-Cola yang tak biasa menarik perhatian Soni kala itu. Dilihat dari ukuran dan tampilannya, ia sadar ada yang istimewa dari kaleng yang tak sengaja ia temukan itu.

"Saya menemukan satu kaleng Coca-Cola dengan ukuran yang belum pernah saya temukan di Indonesia, lebih besar dari yang saya pernah tahu. Saya perhatikan ada tulisan 'Olimpic', saya tertarik sekali dengan tulisan itu karena saya tahu Olimpiade berasal dari Yunani," tutur Soni.

Tak berselang lama, Soni kembali menemukan kaleng Coca-Cola beredisi khusus. Berpindah tempat ke Roma, Italia, ia menemukan kaleng Coca-Cola berlogo Euro 1988. Lantas ia langsung memungutnya dari salah satu sudut jalan Roma. Total Soni berhasil mendapatkan 5 kaleng sepanjang perjalanan mengikuti festival tadi hingga pulang ke Indonesia.

"Coca-Cola adalah nama global, tapi diproduksi secara lokal dan selalu ada keunikan dari kaleng dan botol masing-masing negara atau tempat yang memproduksi," ujar Soni.

Selama 31 tahun aktif mengoleksi segala barang berlabel Coca-Cola, banyak pengalaman berkesan yang diperoleh Soni. Konsistensi Soni dalam melakukan hobinya ini ternyata disambut hangat oleh orang-orang terdekatnya.

Salah satu contohnya adalah ketika dua teman perempuannya melakukan ekspedisi ke Pegunungan Himalaya dalam rangka amal untuk penderita penyakit Lupus. Kondisi super dingin, cuaca tak menentu, ternyata tak menghalangi kedua rekannya mencari botol bekas Coca-Cola untuk Soni. Bahkan, kedua rekannya itu sampai meminta maaf karena tidak dapat menemukan Coca-Cola kemasan kaleng, melainkan botol. Soni merasa sangat terharu oleh sikap teman-temannya yang meski berada di kondisi ekstrem tetap mengingat dirinya.

Satu lagi pengalaman baru imbas dari hobi koleksinya adalah bertemu dengan banyak wajah baru dari berbagai negara. Wajah baru itu tentu adalah sesama pemburu pernak-pernik Coca-Cola. Dari teman-teman barunya itu, Soni mendapat banyak cerita dan pengetahuan baru tentang seluk-beluk mengoleksi suatu barang.

Koleksi Soni yang mencapai ratusan ini tentu tidak akan tercapai tanpa mengeluarkan uang. Kerap kali jenis kaleng atau botol tertentu di suatu negara jadi penyebab Soni rela merogoh koceknya. Menengok toko atau tempat peristirahatan yang menjual Coca-Cola sudah jadi agenda wajib Soni saat berkunjung ke suatu negara.

"Jika saya berkunjung ke satu negara maka yang pasti saya kunjungi adalah supermarket/mart untuk memeriksa kaleng dan botol terbaru yang dikeluarkan. Tempat favorit saya lainnya adalah rest area, di beberapa negara, saya temukan produk Coca-Cola “limited edition” yang hanya dijual di rest area tertentu saja," ujarnya.

Dari sekian banyak jenis Coca-Cola di belahan dunia, edisi khusus yang keluar di Indonesia jadi target utama untuk dimiliki Soni. Bahkan kalau bisa, ia menargetkan mempunyai 3 atau 4 seri lengkap untuk ditukarkan dengan rekan kolektor dari negara lain.

Soni mengaku tak punya bujet khusus untuk hobi koleksinya. Sebaliknya, salah satu barang koleksinya justru pernah ditawar oleh kolektor senilai USD1.000. Benda itu adalah kaleng Coca-Cola langka edisi ulang tahun Indonesia yang dirilis khusus untuk Istana Presiden. Meski begitu, Soni menganggap koleksi pertamanya sebagai yang paling berarti.

"Kaleng pertama saya adalah kaleng yang sangat berarti buat saya karena kaleng itulah awal dari semua hobi ini," kata Soni.