The Coca-Cola Company adalah mitra magang dari program Global Human Development (GHD) Georgetown University. Setiap musim panas, dua kandidat Master dalam program GHD yang bekerja di kantor Coca-Cola di seluruh dunia akan mendapatkan pengalaman langsung dalam hal tanggung jawab sosial dan keberlanjutan perusahaan. Seri blog khusus ini menceritakan waktu mereka bersama Coca-Cola.

“Saya menggunakan  SMS dan modul aplikasi seluler 5by20 untuk mengembangkan bisnis saya... hal ini memotivasi saya untuk menjual lebih banyak lagi barang dari toko saya untuk dapat membantu keluarga,” jelas Bu Salmah dalam Bahasa Indonesia. "Pertanyaan saya dijawab dengan sangat cepat, dan aplikasi begitu mudah digunakan."

Bu Salmah merupakan pemilik sebuah toko kecil. Saya mendengarkan sang penerjemah dengan seksama sambil menulis di buku catatan saya. Wawancara ini adalah satu dari beberapa yang saya lakukan selama menjalani program magang musim panas saya bersama Coca-Cola. Bu Salmah merupakan satu dari banyaknya pemilik usaha dan pengusaha kecil di Jakarta dan daerah sekitarnya yang menerima manfaat langsung dari program 5by20, sebuah komitmen global yang dibuat The Coca-Cola Company untuk memberdayakan ekonomi lima juta pengusaha wanita di seluruh rantai nilai Coca-Cola global pada tahun 2020.

Ini merupakan pertama kalinya saya mengunjungi Indonesia, dan saya sungguh bersemangat untuk dapat memperluas wawasan saya dan mendukung inisiatif penting ini.

Selama saya magang, saya bekerja bersama tim Public Affairs dan Communications Coca-Cola Indonesia, mitra pembotolan regional Coca-Cola Amatil, dan para mitra TI untuk membantu saya mengembangkan strategi pemantauan dan evaluasi 5by20 di Indonesia. Saya juga membantu tim tersebut dalam merancang indikator yang komprehensif untuk tahap pemrograman berikutnya sambil mempelajari praktik e-learning terbaik melalui SMS, Aplikasi Seluler, dan tautan Web Seluler, sehingga dapat dimanfaatkan dan ditingkatkan di negara-negara lainnya yang menerapkan 5by20.

Pesan Kunci dari Inisiatif 5by20:

Coca-Cola bertujuan untuk melibatkan lima juta wanita di seluruh rantai nilainya dengan berkolaborasi dengan pemerintah, masyarakat sipil dan bisnis lokal dari berbagai negara. Berikut adalah sejumlah pesan kunci yang dipetik dari observasi saya mengenai inisiatif 5by20:

  1. Menggunakan teknologi untuk meningkatkan pemrograman: Indonesia adalah salah satu negara terbesar yang melaksanakan inisiatif 5by20. Sejak 2013, sekitar 82.000 wanita di seluruh Indonesia telah terjangkau inisiatif ini. Dalam upaya untuk menjembatani kesenjangan teknologi dan menggunakan strategi inovatif, Coca-Cola dan mitranya menerapkan strategi e-learning yang inovatif untuk memanfaatkan sebagian besar pengguna smartphone di Indonesia yang memiliki angka hampir 40 persen dari total pengguna ponsel pada tahun 2015. Hal ini tak hanya memberikan skalabilitas, namun juga keberlanjutan.
  2. Mendidik dan melibatkan pengusaha wanita: “Mengelola keuangan sangatlah sulit. Saya menyukai modul yang menjelaskan manajemen pendapatan dan pemasaran,” jelas Bu Lilis, seorang pemilik kios sayuran kecil, dalam Bahasa Indonesia. Pemahaman akan keuangan adalah salah satu hambatan paling umum yang dihadapi oleh wanita saat mencoba peruntungan mereka di pasar. Inisiatif 5by20 menggunakan pesan teks SMS, aplikasi seluler dan tautan Web Seluler secara ekstensif untuk mendidik dan melatih para pengusaha wanita melalui modul yang sederhana dan mudah diikuti. Waktu sangatlah penting bagi para pengusaha wanita ini, dan e-learning memungkinkan mereka untuk tetap berada di tempat kerja dan menerima informasi secara mudah melalui ponsel mereka mengenai cara untuk memulai bisnis, menjaga keuangan dan melibatkan para pelanggan.
  3. Memanfaatkan brand global Coca-ColaBrand Coca-Cola telah diakui secara global dan strategi keberlanjutannya dalam merangkul komunitas lokal dan kebutuhan mereka telah membuat inisiatif 5by20 meraih keberhasilan sejauh ini. Diskusi yang saya lakukan  dengan para eksekutif Coca-Cola sepanjang musim panas ini menyoroti pentingnya program seperti 5by20 dan perlunya melibatkan berbagai perusahaan multinasional untuk menyelesaikan permasalahan sosial sehingga dapat menjembatani kesenjangan dalam pendanaan dan keahlian yang tak mampu diberikan sektor publik.

Wanita menginvestasikan sebagian besar pendapatan mereka untuk kesehatan dan pendidikan anak-anak serta dalam ekonomi lokal mereka, menciptakan sebuah dampak ekonomi dengan jangkauan yang jauh. Bukti dari literatur pembangunan ekonomi internasional menyoroti pentingnya pencapaian kesetaraan dan pemberdayaan bagi wanita karena dampaknya yang menguntungkan bagi para wanita secara langsung maupun efek luas tidak langsung yang baik bagi komunitas dan masyarakat sekitar. Inisiatif ini menyediakan panduan dan dukungan bagi para pengusaha wanita untuk terus meraih kesuksesan.

Sebagai proyek sosial dan mitra pembangunan global di Georgetown University, pengalaman musim panas saya di Jakarta bersama Coca-Cola dan inisiatif 5by20 telah memberikan saya kesempatan yang unik untuk menyaksikan bagaimana sektor swasta melibatkan para pemangku kepentingan dan memenuhi kebutuhan para pengguna akhir secara efektif. Inisiatif ini adalah contoh bagaimana bekerja sama bersama masyarakat dan mitra strategis dapat mengubah masalah sosial menjadi prioritas bisnis yang kemudian menciptakan siklus yang baik untuk mengatasi tantang pembangunan yang mendesak. Mengamati bagaimana para peserta menerima manfaat dari inisiatif ini memberikan saya sebuah keyakinan baru mengenai potensi strategi perusahaan yang dirancang dengan baik untuk memenuhi keinginan masyarakat serta di saat yang bersamaan mencapai kesuksesan bisnis.