Masalah sampah semakin pelik! Di Jakarta saja tercatat lebih dari 7,000 ton sampah muncul setiap harinya. Disaat masyarakat dunia sedang gencar-gencarnya mendorong gaya hidup ‘mendaur ulang’, ironisnya, persentase daur ulang sampah di negara kita terbilang rendah. Faktanya, kita masih hidup dengan pola ‘linear’ (ambil – pakai – buang); dimana hampir seluruh sampah yang kita hasilkan berujung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA); tidak terkelola, tidak terpilah. Melihat kondisi tersebut, Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) berkolaborasi bersama Ancora Foundation menginisiasikan sebuah project bertajuk #PlasticReborn; sebuah program yang difokuskan untuk membangun pemahaman dan perilaku kelola sampah sebagai sebuah gaya hidup (lifestyle) pada generasi muda.

Hari ini, sebanyak 45 siswa siswi SMA bersama dengan guru mereka diundang untuk melakukan school trip ke TPA Bantar Gebang dan fasilitas Rumah Pemulihan Material (RPM) Waste4Change untuk diberikan edukasi cara bijak mengolah sampah, terutama plastik kemasan. Kegiatan serupa akan diteruskan sepanjang 1 tahun ke depan, melibatkan setidaknya 60 SMA dan 30 Universitas di Jabodetabek.

Titie Sadarini, Chief Executive CCFI mengatakan: “Salah satu inti permasalahan sampah berpulang pada perilaku dan kami sadar untuk mengubahnya dibutuhkan sebuah pendekatan yang holistik. Edukasi sangat penting, namun hal itu tidak cukup. Kita bisa melihat semakin bermunculannya komunitas-komunitas muda yang semakin peduli dengan masalah sampah. Ini artinya pemahaman terhadap isu ini semakin besar. Karenanya, yang juga dibutuhkan adalah bagaimana untuk terus menghadirkan insprasi positif agar kepedulian ini dapat terus diperluas sambil terus memberdayakan mereka untuk terlibat secara aktif menularkan semangat ini di lingkungan mereka sebagai perubahan yang positif.”

Berkolaborasi dengan ANCORA Foundation, project #PlasticReborn didesain dengan mengintegrasikan tiga aspek utama, yakni:

  • EDUCATION. Difokuskan untuk memprovokasi pemikiran dan aksi untuk perubahan yang positif. Melalui pilar ini kegiatan diitikberatkan pada proses pemilahan sampah botol kemasan plastik melalui pendistribusian collection drop box di lebih dari 60 SMA & Universitas . Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam, para siswa ini juga diajak untuk langsung melihat bagaimana kondisi TPA Bantar Gebang serta mendapatkan edukasi langsung di lapangan. 
  • EMPOWER. Difokuskan untuk memfasilitasi terciptanya kolaborasi strategis dalam pemanfaatan sampah kemasan plastik dengan mengubahnya menjadi barang bermanfaat yang bernilai ekomi. Melalui pilar ini kegiatan dititikberatkan pada proses pengolahan & up-cyling dari sampah kemasan plastik yang terkumpul melalui kegiatan collection drop box di sekolah & kampus. 
  • INSPIRE. Difokuskan untuk membentuk cara pandang baru terhadap kemasan plastik bukan sebagai sampah tetapi material yang bernilai jika dikelola dengan benar. Melalui pilar ini kegiatan dititikberatkan pada ajakan untuk menebarkan perubahan positif melalui gerakan di sosial media #mulaidarigue yang melibatkan berbagai komunitas dan influencers.

Ratri Wuryandari, Chief Executive Officer Ancora Foundation menambahkan “Kami melibatkan murid SMA dan Universitas agar mereka menjadi agen perubahan dan turut terlibat mengkomunikasikan pada generasi muda lainnya tentang kelola sampah yang baik, hingga dapat dijadikan barang yang kreatif dan bernilai ekonomi. Besar harapan kami melalui acara school trip ke TPA Bantar Gebang, mereka sadar begitu besarnya isu sampah di lingkungan kita, khususnya Jakarta, sehingga partisipasi mereka pun akan tinggi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih.”

Dalam mengimplementasikan program ini, ANCORA & CCFI menggandeng Waste4Change, yang juga lahir dengan keprihatinan yang sama. “Belajar dari banyak negara maju di dunia, cara pandang pengelolaan sampah dalam dekade terakhir ini telah berkembang ke dalam pendekatan kolaboratif, melibatkan seluruh aktor, termasuk pemerintah, masyarakat dan juga dunia usaha. Semua energi diarahkan untuk melihat kemasan bekas pakai, tidak sebagai sampah, namun sebagai sebuah komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan. Inspirasi seperti ini penting untuk terus digaungkan, khususnya dalam rangka kita mengubah perilaku di masyarakat,” tambah Mohammad Bijaksana Junerosano, Pendiri Greeneration Foundation & Waste4Change.


Project
#PlasticReborn School Trip ke TPA Bantar Gebang hari ini merupakan rangkaian pertama dari school trip yang akan dilaksanakan hingga tahun 2018. Para siswa akan dipaparkan langsung bagaimana pola perilaku pilah sampah berperan penting dalam rantai pengelolaan sampah yang baik. Selain mendapatkan edukasi pengolahan sampah, para siswa juga mengikuti berbagai kegiatan seperti mengikuti pra tes Akademi Bijak Sampah, kompetisi memilah 80 liter sampah, melihat proses pencacahan plastik hingga pengomposan organik. Di akhir kegiatan, mereka diberikan tantangan bagaimana mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan selama mengikuti program #PlasticReborn School Trip ini dan tim terbaik akan memperoleh kesempatan untuk mewujudkan proyek yang mereka rencanakan dengan aktivasi di sekolahnya.

Sejak Oktober 2017, project #PlasticReborn diawali dengan kampanye #MulaiDariGue, dengan menempatkan 100 wadah sampah khusus botol plastik PET di SMA dan Universitas di DKI Jakarta dan Bekasi. Botol-botol kemasan plastik bekas yang terkumpul ini kemudian akan diolah lebih lanjut melalui Waste4Change untuk dijadikan barang bernilai ekonomis, seperti tas.