Sejak pertama kali meluncur pada awal tahun 2021, SPRITE botol jernih semakin eksis meramaikan pasar minuman dalam kemasan. Selain desain yang lebih ramah lingkungan, masyarakat juga antusias menyambut kemasan baru SPRITE botol jernih karena tidak ada perubahan rasa dari sebelumnya. Jadi, konsumen tetap bisa menikmati kesegaran rasa lemon lime SPRITE, sambil ikut melestarikan lingkungan karena botol jernih lebih mudah didaur ulang.

Ternyata, ada cerita di balik di balik strategi mempertahankan rasa lemon lime SPRITE ini. Fitriana Adhisti, Senior Brand Manager PT Coca-Cola Indonesia mengatakan, mempertahankan rasa yang segar pada SPRITE adalah cara Coca-Cola Indonesia untuk menjaga kesetiaan konsumen. “SPRITE tetap mempertahankan rasa lemon lime yang segar dari menjaga kualitas produknya, sehingga konsumen setia SPRITE tetap dapat menikmati kesegaran yang sama,” ujar Fitriana kepada Coca-Cola Indonesia, Juli 2021.

Tak hanya rasanya yang tidak berubah, harga dan ukuran botol SPRITE botol jernih pun tidak berubah dari harga dan ukuran yang tersedia sebelumnya. Jadi, konsumen tetap dapat menikmati SPRITE dalam ukuran yang diinginkan, serta harga yang pas di kantong.

Dengan strategi mempertahankan rasa, harga, dan ukuran, konsumen cukup antusias menyambut SPRITE botoh jernih. SPRITE kemasan botol jernih juga semakin mudah ditemui, karena sudah tersedia di seluruh area yang dijangkau oleh jaringan distribusi Coca-Cola Indonesia. “Sejauh ini, penerimaan konsumen terhadap kemasan botol jernih SPRITE dirasakan cukup baik,” ujar Fitriana. 

Ini membuat Coca-Cola Indonesia terus semangat mengkomunikasikan tujuan perubahan kemasan SPRITE sambil mengedukasi konsumen mengenai pentingnya dan manfaat daur ulang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Sprite Kemasan Baru, Jernih Lebih Gampang Didaur Ulang

Botol jernih merupakan inisiatif global The Coca-Cola Company

Meski baru meluncur di Indonesia pada tahun 2021, namun sebetulnya penggantian kemasan SPRITE dari botol hijau ikonik menjadi botol jernih merupakan inisiatif global The Coca-Cola Company yang sudah dimulai sejak tahun 2019. Inisiatif ini diterapkan secara bertahap di berbagai negara, hingga Februari 2021 Indonesia turut serta dalam mendukung inisiatif ini.

Penggantian kemasan SPRITE dari botol hijau menjadi botol jernih merupakan bagian upaya SPRITE mewujudkan misi The Coca-Cola Company untuk mencapai dunia tanpa sampah atau World Without Waste yang pertama kali diluncurkan tahun 2018. Dalam visi ini, The Coca-Cola Company akan mengumpulkan dan mendaur ulang botol dan kaleng sejumlah yang sama dengan yang dijual pada tahun 2030.

Di samping itu, perubahan desain botol hijau menjadi botol jernih juga merupakan dukungan terhadap program reduce, reuse, dan recycle (3R) yang digalakkan oleh The Coca-Cola Company. Coca-Cola Indonesia telah bekerja sama dengan banyak mitra untuk dalam memberdayakan para pelaku industri daur ulang kemasan plastik. Tujuan dari kemitraan dalam program 3R ini ialah untuk membangun ekosistem pengelolaan sampah botol plastik yang lebih baik.

Botol jernih lebih ramah lingkungan

Botol polyethylene terephthalate (PET) jernih disebut ramah lingkungan karena mudah didaur ulang menjadi bentuk lain, tanpa proses pewarnaan terlebih dahulu. Hal ini berbeda dengan botol PET berwarna yang hanya bisa dibentuk menjadi benda dengan warna tertentu.

Itu sebabnya, harga botol PET jernih di tingkat pengumpul bisa mencapai Rp3.500-Rp4.000 per kg, atau lebih tinggi dibandingkan harga botol PET berwarna yang sekitar Rp1.800-Rp2.200 per kg. Dengan mengubah botol hijau SPRITE menjadi botol jernih, Coca-Cola Indonesia berharap proses pengumpulan kemasan botol plastik bekas bisa dilakukan dengan lebih cepat, sehingga dapat meningkatkan laju siklus daur ulang. Nilai jual yang lebih tinggi pun diharapkan akan mendorong minat para pemulung agar lebih semangat mengumpulkan botol bening SPRITE. “Karena kemasan botol plastik jernih mudah di daur ulang, kami berharap botol ini semakin diminati oleh pelaku industri daur ulang, sehingga nilai ekonominya meningkat,” jelas Fitriana.

Mengajak konsumen setia SPRITE agar #LihatDenganJernih

Mengingat perubahan kemasan dari botol hijau ke botol jernih memiliki tujuan pelestarian lingkungan, Coca-Cola Indonesia bersama dengan SPRITE ingin konsumen setia untuk memiliki kesadaran akan hal itu melalui gerakan #LihatDenganJernih. Gerakan ini merupakan edukasi untuk menginspirasi masyarakat, terutama konsumen setia SPRITE, mengenai proses daur ulang botol plastik bekas yang bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Dalam gerakan #LihatDenganJernih, botol jernih SPRITE didaur ulang menjadi bingkai kacamata. Untuk menyukseskan gerakan ini, SPRITE menggandeng sejumlah mitra. “Para mitra kolaborasi ini memiliki visi dan kepedulian yang sama dengan SPRITE akan masalah lingkungan dan daur ulang,” kata Fitriana

SPRITE bekerja sama dengan Waste4Change, social enterprise yang bergerak di bidang waste management, yang membantu mengumpulkan botol plastik bekas dibantu oleh mitra bank sampah. Kemudian botol plastik bekas yang sudah terkumpul tersebut akan disalurkan ke PlusTik, startup pengolahan sampah, yang akan mengolah botol plastik jernih SPRITE menjadi material daur ulang untuk memproduksi bingkai kacamata.

Kemudian, SPRITE akan menyalurkan kacamata hasil daur ulang tersebut ke masyarakat yang memiliki masalah penglihatan dan kurang mampu melalui Yayasan Sejuta Kacamata untuk Indonesia.

Pada Juni 2021 lalu, Coca-Cola Indonesia bersama dengan SPRITE menyerahkan 500 buah kacamata berbahan daur ulang plastik tersebut telah didistribusikan kepada ratusan masyarakat yang membutuhkan di wilayah Serang, Banten. Selanjutnya, SPRITE juga akan menyalurkan kacamata daur ulang kepada masyarakat di Denpasar, Bali.

Baca juga: Melalui Project #lihatdenganjernih SPRITE Serahkan Bantuan Kacamata Berbahan Botol Plastik Daur Ulang Kepada Masyarakat di Wilayah Banten dan Bali

Ingin menikmati minuman segar sambil ikut berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan? Rasakan kesegaran lemon lime yang tidak berubah di setiap botol jernih SPRITE.