Salah satu hal yang paling seru dari datangnya Ramadan adalah momen berbuka puasa bersama. Saking serunya, tak jarang jadwal bukber kita padat merayap sepanjang bulan puasa itu.

Bisa kita ketahui kalau Indonesia punya populasi muslim terbesar di dunia. Tak heran, Ramadan jadi satu momen penting bagi masyarakat.

Nah, tanpa kamu sadari, nilai-nilai kolektif dan silaturahmi adalah nilai inti yang selalu dirayakan masyarakat Indonesia sepanjang Ramadan lho.

Saking kuatnya tradisi ini, kadang kalau melihat jadwal bukber di kalender kita rasanya padat sekali. Dengan teman SD, teman SMP, teman SMA, kuliah, kantor, dan yang tak boleh dilewatkan dengan keluarga besar.

Meski tampak sederhana, tradisi bukber punya peran penting untuk menjaga silaturahmi kita dengan orang-orang yang kita kenal. Bukber dapat mempertemukan kita dengan orang-orang yang sudah lama tak kita temui akibat kesibukan masing-masing.

Ada sejumlah tempat di Indonesia yang dikenal khusus karena tradisi bukber. Tempat tersebut biasanya adalah masjid-masjid di mana tradisi tersebut lahir dari nilai-nilai yang dimiliki masyarakat setempat.

1. Yogyakarta

Adalah Masjid Jogokariyan yang menjadi tempat istimewa bagi warga di Mantrirejon, Yogyakarta, untuk berbuka puasa. Di masjid ini, hampir setiap hari jemaah masjid tersebut dimanjakan dengan berbagai menu dengan olahan daging.

Bistik, gulai, hingga tongseng, merupakan sajian yang disiapkan oleh pengurus masjid untuk disantap bersama saat berbuka. Jangan tanya jumlah porsi yang tersedia. Ribuan piring selalu hadir untuk disantap para jemaah masjid.

Perlu diketahui juga, Masjid Jogokariyan ini melaksanakan tradisi buka bersama sejak 1973. Masjid ini dulunya dikelilingi oleh banyak sawah yang kemudian memasok banyak sekali bahan pangan. Pengurus masjid dan warga menjadikan kesempatan itu untuk menggelar bukber di masjid.

Berganti zaman, sawah-sawah itu sudah berubah menjadi hunian. Namun tradisi di Masjid Jogokariyan ini tetap bertahan. Bahkan, belakangan Jogokariyan menyediakan sampai 2.500 porsi menu berbuka lho. Bedanya, mereka yang ikut bukber di sana sudah didominasi oleh mahasiswa dari luar kota. Menarik ya.

2. Solo

Masjid Darussalam adalah tempat sajian istimewa bernama Bubur Samin. Ini adalah sajian khas yang hanya ada ketika bulan puasa.

Bubur Samin adalah idola di Masjid Darussalam. Cita rasa yang dominan dengan rempah-rempah dengan isi daging dan sayuran adalah magnet bagi jemaah untuk berbuka bersama di sana. Rasanya tentu sangat lezat.

Setiap harinya, pengurus masjid bahkan menyiapkan 50kg beras untuk menyajikan hidangan ini untuk jemaah yang tak hanya dari warga sekitar, tapi juga dari kota-kota lain.

3. Medan

Masih soal bubur sebagai magnet bukber. Di Masjid Raya Al Mashun, Medan, Bubur Sop Melayu adalah primadona. Konon ini adalah buburnya para raja. Riwayat tersebut menambah daya tarik santapan ini.

Juru masak masjid setidaknya menyediakan 1.000 porsi setiap hari. Soal rasa, bubur ini kaya akan rempah. Di tangan juru masak berpengalaman, bubur ini jadi rebutan jemaah sejak pukul 3 sore.

Kabarnya, tradisi ini sudah ada sejak 1909, untuk memenuhi selera Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alam Syah, pemimpin Kesultanan Deli.

4. Aceh

Bergeser sedikit ke Aceh. Tradisi Meugang atau Makmeugang adalah tradisi khas buka puasa di sana yang sangat dipengaruhi oleh Kesultanan Aceh.

Meugang ini tradisi memakan santapan berbahan daging bersama keluarga jelang puasa. Tradisi ini dirayakan tak hanya di rumah-rumah masyarakat, tapi juga di kantor-kantor.

Masyarakat Aceh merayakan tradisi ini dengan menyembelih kurban seperti kambing atau sapi di setiap Ramadan. Jumlah kurban tidak tanggung-tanggung loh, bisa sampai ratusan!

Banyaknya jenis perayaan buka bersama di Indonesia menjadi bukti bahwa negara kita ini begitu kaya secara kultur. Apalagi dengan identitas mayoritas penduduk sebagai muslim, tradisi bukber yang muncul pun begitu beragam di tiap-tiap daerah.

Dan ini tak terjadi hanya di daerah. Malah di perkotaan, tradisi bukber mungkin justru lebih terasa relevan.

Pasalnya di tengah kehidupan kota yang begitu cepat dan dinamis, bertemu tatap muka bisa jadi hal yang sulit dilakukan. Namun dengan agenda bukber ini, setidaknya ada alasan bagi seseorang yang untuk mempererat silaturahmi kembali dengan kolega, kerabat, sahabat, dan tentu saja keluarga.