Coca-Cola Foundation Indonesia Bersama Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah
Membangun 800 Lumbung Air di Magelang,
Berikan Tabungan Sumber Air Bagi Warga dan Pengairan Pertanian

Magelang, 8 Desember 2016 – Sebagai upaya mempertahankan keberlangsungan lingkungan, khususnya berkaitan dengan perbaikan ketersediaan air tanah, Coca-Cola Foundation Indonesia secara konsisten terus berkolaborasi dengan para mitranya dalam berbagai program konservasi air. Hari ini, Coca-Cola Foundation Indonesia bersama dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) melakukan serah terima 800 lumbung air kepada warga Kabupaten Magelang, yang turut disaksikan oleh Bapak Heru Sudjatmoko, Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Program yang konsisten dilakukan Coca-Cola Foundation Indonesia sejak tahun 2012 bernama “Lumbung Air” ini, berupaya mengembalikan 392 juta liter ke tanah setiap tahunnya melalui 800 lumbung air yang di bangun di berbagai wilayah. Untuk kabupaten Magelang, Coca-Cola Foundation Indonesia telah menginvestasikan lebih dari Rp. 3,1 Milyar untuk program pembangunan lumbung air ini. Dengan demikian, pada tahun ini Coca-cola telah berhasil mengembalikan lebih dari 1 milyar liter air bersih kembali ke alam dan digunakan sebagai tabungan sumber air oleh lebih dari 15.000 keluarga Indonesia, serta mengembalikan 164% air yang terpakai dalam proses produksi. Secara global, pada tahun 2015, Coca-Cola menggunakan sekitar 300 milyar liter air - pengurangan 5 miliar liter lebih 2014, dan kami mengembalikan  lebih dari 337 milyar liter kepada masyarakat dan alam.

Visi global Coca-Cola pada tahun 2020 adalah, untuk mengembalikan ke masyarakat dan alam jumlah air yang sama dengan apa yang kami gunakan dalam produk minuman Coca-Cola, melalui berbagai proyek seperti "Lumbung Air" di Magelang ini. Berdasarkan pengamatan masyarakat dan informasi dari perusahaan sumber daya air setempat (PDAM), sumber air Magelang terus menerus menurun sehingga menjadi semakin penting bagi Coca-Cola untuk mendukung melalui program lumbung air yang bertujuan untuk mengembalikan air kembali ke alam.

Titie Sadarini, Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia mengungkapkan: “Konservasi air merupakan salah satu global sustainability pillar Coca-Cola yang berkomitmen pada peningkatan terhadap sumber air, akses bersih dan sanitasi. Sejak tahun 2012 hingga 2016, kami telah membangun lebih dari 4,000 lumbung air di berbagai wilayah dan ini memberikan dampak pada kehidupan masyarakat. Bukan saja memperoleh sumber air, namun juga berdampak pada meningkatkan pasokan air, melindungi dari kekurangan air, perekonomian hingga kesehatan. Dan pada hari ini, kami berharap 3.000 keluarga Kabupaten Magelang turut memperoleh manfaat yang sama bagi kelangsungan hidup”

Ketua Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT), Bapak Adbul Rochim menjelaskan “Persoalan akses air merupakan masalah yang dihadapi khususnya bagi kebutuhan pertanian yang semakin menurun memperoleh sumber air. Bahkan di beberapa wilayah, sumber air itu telah hilang.  Sehingga selama satu tahun terakhir ini, kami bermitra dengan Coca-Cola Foundation Indonesia untuk melakukan upaya perbaikan sumber daya air. Fokus kegiatannya adalah untuk melakukan konservasi air dengan membangun lumbung air.”

R. Anta Murpuji Antaka S.SOS, Kepala Camat Kaliangkrik mengatakan: “Kantor kecamatan turut merasakan secara langsung dampak dari program lumbung air ini. Setelah dibangun lumbung air di halaman kantor kecamatan Kaliangkrik, debit air di kantor kami meningkat secara drastis dimana sebelumya muka air sumur tidak pernah mencapai pompa air. Terima kasih untuk Coca-Cola Foundation Indonesia, kini debit air tersebut sudah melebihi pompa air. Hal ini belum pernah kami rasakan sebelumnya”.

Lumbung air ini dibangun 2 x 2 meter dari lahan warga yang dapat menampung 8.000 m3, merupakan upaya efektif dalam hal konservasi air. Selain memiliki fungsi pengendalian air di musim hujan, lumbung air juga memperbaiki debit air tanah. Lumbung-lumbung air yang dibangun di kawasan daerah resapan air akan menangkap aliran air hujan kemudian diserap ke dalam aliran tanah, sehingga debit mata air meningkat. Peningkatan signifikan debit air akan berpengaruh pada sumber air pertanian yang menjadi mata pencarian dan perkonomian warga masyarakat.